Saturday, April 11, 2020

REVIEW: [ Sheet Mask ] TONYMOLY I'm Real Tea Tree Mask Sheet

REVIEW: [ Sheet Mask ] TONYMOLY I'm Real Tea Tree Mask Sheet


TONYMOLY I'm Real Tea Tree Mask Sheet


TONYMOLY I'm Real Tea Tree Mask Sheet ini diklaim bisa menenangkan wajah (soothing).  Tea tree sendiri sepengetahuan aku merupakan salah satu bahan yang dipercaya dapat mengurangi/mengatasi jerawat karena mengandung antibakteria dan anti inflamasi.  Selama ini pun menggunakan produk tea tree ketika wajah sedang berjerawat.  Awalnya aku sangat berharap dengan masker ini terutama wangi/aromanya, karena aku suka banget.  Bahkan selalu memilih tea tree untuk aromatherapy.  Jadilah aku memilih TONYMOLY I'm Real Tea Tree Mask Sheet ini.

Sebagai informasi, kondisi kulit aku agak unik dan berubah-ubah sesuai dengan kondisi lingkungan dan kondisi hormon.  Ketika menggunakan TONYMOLY I'm Real Tea tree Mask Sheet ini, kondisi kulit kebetulan lagi normal.  Berikut hasil review setelah menggunakan produk TONYMOLY I'm Real Tea Tree Mask Sheet ini:
  • Aku beli Sheet mask TONYMOLY I'm Real Tea Tree Mask Sheet ini via online store (Tokopedia).
  • Sheet mask TONYMOLY I'm Real Tea Tree Mask Sheet ini berwarna putih dan cukup tebal dibandingin sheet mask lainnya, karenanya mudah digunakan dan tidak cepat sobek
  • Meski diharapkan bisa sambil menikmati aromatherapy tea tree, namun ternyata wanginya tidak terlalu tercium (atau karena aku pas agak pilek ya pakainya?!).  Jadi TONYMOLY I'm Real Tea Tree Mask Sheet ini mungkin kurang cocok ya buat kamu yang berharap bisa maskeran sambil bisa menikmati aromatherapy dari sheet mask-nya.
  • Essence dari Sheet mask TONYMOLY I'm Real Tea Tree Mask Sheet ini bening. 
  • TONYMOLY I'm Real Tea Tree Mask Sheet ini memang aku simpan di kulkas, jadi ketika digunakan ada sensasi dingin namun tidak terlalu lama dan tidak terlalu dingin dibanding sheet mask TONY MOLY varian lainnya. 
  • Sebelum menggunakan TONYMOLY I'm Real Tea Tree Mask Sheet ini, wajah dibersihkan terlebih dahulu.  Aku tidak menggunakan produk kecantikan apapun sebelum menggunakan sheet mask ini.  Setelah menggunakan TONYMOLY I'm Real Tea Tree Mask Sheet, aku tidak bersihkan wajah dan langsung tidur.
  • Setelah menggunakan Sheet mask TONYMOLY I'm Real Tea Tree Mask Sheet ini, kulit terasa menjadi lebih segar.  

Repurchase? Nope, soalnya selain hasilnya yang 'biasa aja', aroma tea tree-nya kurang begitu berasa, tapi mungkin coba lagi TONYMOLY I'm Real Tea Tree Mask Sheet ini kalo ada kesempatan dan sheet mask yang ada sudah habis :)  Score (2/5) 

Tuesday, June 25, 2019

[ Hobby ] Gaming - Main Ragnarok M: Eternal Love sambil Beraktifitas

Ragnarok M: Eternal Love

Ini sebenernya bukan game baru, dulu ada versi PC-nya tapi aku ga main.  So, ini merupakan game yang baru untuk aku.  Ragnarok M: Eternal Love (ROM) ini menarik, karena banyak auto-nya jadi bisa AFK (away from keyboard).  Dan dalam tulisan ini, aku bukan membahas mengenai gamenya itu sendiri tapi lebih kearah menceritakan pengalaman aku bermain game ini sambil bekerja dan mengasuh anak.

FYI, aku memang suka sekali game sejak kecil, main nintendo, PS, dan belakangan ini suka mobile gaming (dari HayDay, Candy Crush, PlantVsZombie, Command and Conquer, Mobile Legend, Onmyoji, dsb).  Emtah kenapa sih ya, aku prefer gaming daripada nonton.  Kan emak-emak pada umumnya itu hobinya nonton sinetron, drama korea, liatin gosip seleb, tapi aku ga suka semuanya itu.  Aneh ya?!!


Hiburan
Sebagaimana yang aku jelaskan sebelumnya, aku itu tipe manusia yang ga pernah lepas dari game.  Entah kenapa menurut pendapat aku game itu merupakan hiburan dan sarana pelepas stress - pelepas stress dari kehidupan nyata, karena dalam game ada stressnya masing-masing hehehee..


Tentukan Skala Prioritas.
Yang aku suka dari Ragnarok ini, kita bisa AFK sambil grinding.  Aku biasanya set AFK (main auto)
kalo pas sama anak atau sambil bekerja.  Jadi sebenernya aku masih main meskipun lagi bekerja atau main/urus anak.  This why I love ROM! Nah kalo anak sudah tidur atau memang ada waktu santai (jam istirahat, kerjaan lagi sepi, dll), baru deh yang agak serius mainnya, dan untungnya sih ROM itu set waktu guild war malam hari ketika sudah pulang kerja dan anak tidur :)

Nah itu dia kenapa aku pensi dari game macem Mobile Legeng, AoV, Onmyoji, karena game tersebut harus benar2 konsentrasi pada saat kita bermain.  Kalo kita tiba-tiba harus berhenti main, kasian teman segrup soalnya sedangkan kalo di ROM, pas lagi war atau kerjain quest, masih bisa ditinggal.



Membuat Otomatis berpikir Efisien dan Taktis
Percaya atau tidak, aku belajar efisiensi itu dari game.  Bagaimana mengembangkan dan memanfaatkan resource yang ada sebaik mungkin aku pelajari dari game jaman dulu sampai paling baru seperti Mario, Crash Bandicoot, Red Alert, The Sim, CoC, ROM dsb.  Oiya, aku kurang suka Counter Strike, PB, PUBG sih soalnya grafiknya terlalu real buat aku, dan mengagetkan :(  

Entah bagaimana melalui game itu aku bisa belajar mengatur hidup dan berpikir taktis.  Misalnya waktu mau masak sup.  Otak selalu langsung menyusun jadwal, dari perincian waktu menyiapkan bahan, kapan rebus daging, sayur, mencuci peralatan, dan kegiatan lain.  Jadi sambil masak, aku juga membersihkan bekas masak, menyapu, main game, dan bahkan masak masakan lainnya at once.  Atau misalnya ditempat kerja diberi suatu pekerjaan, aku secara otomatis tau harus research kemana, drafting, dan tau mau tanya siapa kalau mengalami suatu kesulitan.  Jadi, game membuat aku lebih taktis.  


Belajar Mengelola Keuangan 
Banyak game yang mengharuskan kita tidak slebor dan harus hati-hati menggunakan sumber daya (uang) yang ada.  Misalnya pada ROM, kita perlu pertimbangan apakah suatu item lebih menguntungkan apabila kita cari sendiri atau lebih beli di exchange;  apakah sebaiknya membeli weapon langsung di exchange atau menempa sendiri; atau menjual barang untuk mendapatkan margin di exchange.  Yup, game ini cukup complicated untuk urusan keuangan.  Salah sedikit saja, char kita cupu dan akan sulit untuk mengikuti kedepannya.

Melalui game, aku belajar mengenai pengelolaan keuangan.  Gaji yang masuk harus aku berdayakan semaksimal mungkin.  Thank God, sebenarnya untuk kebutuhan sehari-hari keluarga mostly ditanggung sama suami, jadi gaji aku itu aku alokasikan untuk kebutuhan pribadi aku (makan, ongkos, baju, makeup, skincare, salon, dokter kulit, ngopi) dan menabung/investasi.  Karena belajar dari game, biasanya aku sangat taktis misalnya:

  • Makan:  Aku bukan orang yang terlalu irit sama makan karena untuk aku makan merupakan bentuk terima kasih sama tubuh atas segala yang telah dijalani :)  Disini maksudnya bukan makan mewah yaa, makanan sederhana tapi yang bukan pengiritan banget.  Maksudnya makan yang pengiritan banget itu contohnya makan terus di warteg/penjual pinggir jalan yang harganya sangat murah tapi lebih terasa micinnya dibanding rasa makanannya.
  • Ongkos:  Aku lebih memilih naik transjakarta atau jalan kaki apabila jaraknya dekat dibanding naik trasportasi umum lainnya (Gojek, Grab), karena harganya lebih murah.  Tapi aku tidak masalah untuk bayar lebih mahal untuk tiket pesawat (Garuda, Batik) daripada budget airline yang memiliki track record tidak baik plus bagasi berbayar mahal., karena menyangkut masalah pelayanan dan keselamatan.  
  • Baju:  Aku jarang beli baju dan baju aku termasuk sedikit.  Tidak pernah tergoda sama yang namanya diskon dan bukan tipe impulsive buying.  Aku akan beli baju ketika aku butuh baju dan kemudian aku akan beli baju yang aku suka, ada diskon ataupun tidak ada diskon.  
Intinya pada setiap sen yang akan aku keluarkan, akan benar-benar dipertimbangkan.


Mungkin ketika sudah agak besar (7 atau 8 tahun), anak aku juga akan aku arahkan untuk bermain game - tentu dengan terms & conditions - agar dia dapat belajar mengelola hidupnya, mengelola sumber daya yang dimilikinya.  Belajar hidup melalui games, just like her mommy ;) 







DISCLAIMER:

Segala sesuatu yang tertulis dalam blog ini bukan dan tidak dapat dianggap sebagai suatu saran professional serta tidak dijamin keakuratannya melainkan agar dapat dipandang sebagai sharing pengalaman dan hasil research pribadi sebagai informasi, termasuk segala tautan yang ada didalamnya, sehingga karenanya tidak disarankan untuk digunakan sebagai dasar rujukan apapun.  Pembaca dapat meminta nasihat dan saran professional sehubungan dengan permasalahan yang dialami.  Penulis dan pemilik blog tidak bertanggungjawab atas kerugian yang timbul sehubungan dengan isi dari tulisan ini. Setiap konten berupa tulisan, gambar, foto, video, rekaman suara, atau gabungan diantaranya yang terdapat pada blog ini dilindungi oleh hak cipta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.











Monday, September 10, 2018

TRAVELING: Liburan Ke Anyer bersama Anak 2 Tahun


TRAVELING: Liburan Ke Anyer bersama Anak 2 Tahun

Suasana kolam renang yang berada disebelah
pantai Hotel Mambruk

 Liburan Agustus 2018 ini aku memutuskan untuk Ke Anyer tanpa si sus karena sus baby sedang cuti.  Liburan kali ini benar-benar mendadak tanpa persiapan yang matang.  Sekalian kita mau quality time sama keluarga mini kita :)  Aku buru-buru research hotel ternyata semua hotel fully booked pada saat itu karena bertepatan dengan liburan 17 Agustus yang jatuh tepat pada hari Jumat.  Untungnya ada 1 hotel yang masih tersedia kamar, yaitu Hotel Mambruk Anyer. 

Kita pergi ke Anyer dengan menggunakan mobil.  Daddy yang nyetir, mommy dan baby tinggal duduk manis :)  Sebenernya kira prefer naik kedaraan umum untuk menuju Anyer danbaru sewa kendaraan di lokasi wisatanya, hanya saja kalo direview, ternyata transportasi umum menuju Anyer itu terbatas dan ada beberapa review yang menyatakan kurang nyaman dan harus berganti-ganti kendaraan.  Daripada nanti drama dan repot, yaudah kita putusin bawa mobil saja.


Perjalanan Menuju Anyer

Semua persiapan dan peralatan baby kita masukin kedalam mobil.  Barang-barang baby dan kita yang sekiranya tidak akan digunakan selama perjalanan kita simpan pada bagasi belakang dan dikursi belakang kita simpan barang-barang yang akan dibutuhkan selama perjalanan agar lebih gampang diambilnya, diantaranya:

  • Peralatan baby.  Disini kita memang sediain satu tas khusus untuk semua perlengkapan baby yang diperlukan selama melakukan perjalanan, diantaranya popok, pakaian, minyak telon, diaper cream, dsb.
  • Makan baby dan cemilan.  Aku bawa makanan baby dari rumah untuk hari itu dan bubur instan, buah, cemilan baby dan cemilan kita, serta susu (aku bawa menggunakan cooler bag.
  • Mainan bayi.  Diantaranya buku, boneka.
  • Bantal, selimut.
Lama perjalanan kurang lebih 4 jam dan selama perjalanan itu kita lumayan sering berhenti di rest area, untuk makan siang mauupun cari cemilan :)  Tahu sumedang-nya enak hehehe..  Selama perjalanan baby untungnya ga terlalu rewel dan tidur selama kurang lebih 2 jam.  Jika baby tidak tidur, kita ngajakin main, nyemil, dan nyanyi-nyanyi selama perjalanan.  

Kalo baby bangun, usahakan berhenti disetiap rest area untuk memberi kesempatan si baby istirahat dan menghilangkan kebosanannya.  Awalnya aku khawatir nanti akan ada drama selama diperjalanan, tapi ternyata perjalanannya lumayan mulus dan ditambah lagi dengan jalan tol yang lancar karena katanya jalan tol baru sudah beroperasi.


Hotel Mambruk di Anyer dan Resort di Anyer pada Umumnya

Seperti yang aku sudah bilang sebelumnya, kita pesen hotel mendadak.  Ternyata itu bukanlah hotel yang seperti kita bayangkan.  Itu tempatnya seperti villa yang terdiri dari 2 kamar dan ada ruang tamu dan dapurnya :D  Luarr biasa untuk kita yang hanya nginep 3 orang, yang biasanya berjuplek dikasur yang sama hehehe..  Walhasil, hanya 1 kamar yang dipergunakan dan kamar satunya dianggurin.

Resort/hotel semacem ini banyak banget di Anyer, jadi kalo mau ke Anyer, musti lihat jenis resort/hotel yang akan kita kunjungin supaya tidak rugi haha.. Namun sayangnya, mungkin karena aku dapat dibangunan lama, rata-rata furniturenya sudah jelek, bapuk, bahkan pintu lemari rusak.  Kursinya juga sudah lapuk dan mengeluarkan butiran-butiran serpihan kayu.  Honestly, mungkin menurut orang rata-rata jadi tempatnya agak-agak spooky karena pencahayaannya yang sangat minim, tapi kalo buat kita sih fine-fine saja.  Next time aku kesini lagi, minta yang dibangunan barunya.

Ternyata hotel Mambruk itu punya private beach dan keren banget! Pantainya bersih dan kita bisa lihat ikan dipantainya.  Aku bahkan kemaren nangkep kepiting :D  Aman untuk berenang di pantai-nya, termasuk untuk si baby yah.  Dia senang banget berenang, main dipinggir pantai, main pasir, maupun cuma lempar-lempar bekas kerang. 

Untuk sarapan, makanan yang ditawarkan standar.  Sepertinya pada waktu itu mereka kurang siap pas kamar fully booked, jadi bahkan egg station habis dan coco pops/ sereal instan habis dan tidak direfill.  Memang sih pada saat itu rame banget orangnya, tapi  kan tetap harus mempertimbangkan segala kejadian yaa dan ini seharusnya tidak dapat dikategorikan sebagai kejadian luar biasa :D  Malam hari kita dinner buffet yang ditawarkan dihotel.  Kalau tidak salah, harganya Rp. 125.000,-   Pilihan makanannya banyak, dan ada barbekyu -nya juga.  Makanannya sih enak, hanya saja untuk barbekyu seafood harus agak hati-hati karena aku pernah menemukan seafoodnya ada yang tidak segar. 


Kenapa Resort Bukan ke Pantai Umum Biasa?

Simple.  Karena kita tidak tahu kalau Hotel Mambruk tempat kita menginap sudah ada private beach-nya.  Namun ternyata, setiap kita akan masuk ke pantai umum, disana kita juga dimintai biaya dan katanya tempatnya kurang nyaman dan tidak terlalu terawat (termasuk toiletnya).  Aku tidak kesana dan tidak dapat membuktikan sendiri sih, tapi ketika kamu punya budget lebih dan terutama apabila membawa anak kecil, lebih baik memilih hotel yang ada private beach-nya.


Kesimpulan:

Intinya kalau bawa anak untuk liburan, perlu persiapan yang matang, termasuk hotel/resort yang kamu pilih.  Kalau kamu berbudget ekstra, lebih baik memilih resort yang lumayan lengkap.  Hotel Mambruk itu sebenarnya bagus, hanya saja fasilitas kamarnya kurang terawat.  Jadi apabila ingin tetap kesana, minta gedung barunya.

Happy Holiday!













Monday, August 6, 2018

REVIEW: [ Restaurant ] PAULANER BRAUHAUS Jakarta


REVIEW: [ Restaurant ] PAULANER BRAUHAUS Jakarta

PAULANER BRAUHAUS Jakarta ini terletak East Mall Grand Indonesia, Lantai 2, Jalan MH Thamrin,

Jakarta, phone (021) 2358 0445.  Konsepnya itu cafe dengan life music, didesign seperti bar-bar di Jerman dilengkapi dengan staff yang juga berpakaian ala Jerman (lucu banget design bajunya).

Suasana di PAULANER BRAUHAUS Jakarta ini selalu ramai.  Cocok untuk tempat hangout sama teman-teman, menikmati beer dan live music.  Meskipun menurut aku tempat ini cocoknya buat hangout sama teman, tapi ternyata tidak sedikit juga orang yang membawa keluarganya.  Aku seringnya pergi ketempat ini pada malam hari ya (selalu dateng lebih dari jam 9 malam), ada memang beberapa keluarga yang mengunjungi tempat ini dengan membawa anak kecil - dari bayi sampai teenager. Menurut pendapat aku sih agak kurang cocok yaa membawa anak kecil karena suasananya yang lumayan ramai dan suara dari live music-nya yang lumayan keras.  Sebaiknya membawa keluarga ke tempat ini perlu dipertimbangkan lagi.

Makanan yang disediakan di PAULANER BRAUHAUS Jakarta itu adalah makanan khas Jerman.  Aku disini biasanya pesan sausage (Pan Fried Thuringian Pork).  Namun jujur aku kurang suka side dish-nya yaa (potato salad), terlalu asam sih buat aku.  Selain makan, aku juga selalu minum beer dan beer disini home-brewed dan yang biasa aku pesan adalah Hell (Lager). Banyak pilihan beer-nya, ada mango, cherry, strawberry dan lainnya.

Meskipun didalam menu banyak makanan yang tidak halal (mengandung babi), namun ada juga makanan yang halal kok seperti Chicken Cordon Bleu, Salad, Soup, dan banyak varian menu lainnya.  So, buat kamu yang tidak boleh makan makanan yang mengandung babi, jangan khawatir, di PAULANER BRAUHAUS Jakarta banyak tersedia juga kok menu non-babi :)


Berikut menu dan harga makanan di PAULANER BRAUHAUS Jakarta:


Harga makanan di PAULANER BRAUHAUS Jakarta menurutku sesuai sih dengan rasa makanan serta suasana makan yang kita dapatkan disana.  Per kedatangan sih kira-kira habis Rp. 300.000,- per orangnya.  Oiya sebagai tambahan informasi, tempat ini smoking friendly.  Ada 2 section terpisah antara smoking area dan non-smoking area.

Recommended? Yes, enak banget tempatnya terutama untuk ngumpul sama teman-teman.
(Score 4/5)
















Monday, July 23, 2018

REVIEW: [ Restaurant ] TJIKINII LIMA Restaurant & Cafe

REVIEW: [ Restaurant ] TJIKINII LIMA Restaurant & Cafe

TJIKINII LIMA Restaurant & Cafe ini terletak Jalan Cikini I No. 5, Menteng, Jakarta Pusat 10330.  Konsepnya keren, didesign cozy dan sepertinya restaurant ini mempertahankan bangunan sebelumnya yakni rumah kuno peninggalan Belanda. 

"we are multi-function restaurant.  A place where you can hold your family or community events while indulging our top quality international food served as ala carte, set menu, or packages".

Suasana di restaurant ini cukup ramai.  Cocok untuk tempat hangout sama teman-teman maupun keluarga, bahkan seperti aku, sendirian - bawa laptop untuk kerja pun OK, meskipun wifi-nya tidak berfungsi optimal :)  So, for you guys yang berencana untuk kerja di TJIKINII LIMA Restaurant & Cafe, pertimbangkan untuk membawa modem atau tethering.

Harga makanan di TJIKINII LIMA Restaurant & Cafe menurutku tidak terlalu mahal yaa dengan kualitas dan kuantitas rasa dan suasana yang kita dapatkan.  Untuk lunch, aku pesan Nasi Bakar Ala Tjikinii Lima dan rasanya enak, rasa ayam bakarnya pas dan nasi bakarnya yummy, banyak ikan terinya. Selain itu ada tempe dan tahu, serta lalapan sebagai pelengkap.

Adapun menu-menu yang disediakan TJIKINII LIMA Restaurant & Cafe cukup beragam, dari Asia sampai Eropa.  Berikut menu dan daftar harganya:




























































































































































































































































































































































































































Recommended? Yes, enak banget tempatnya terutama untuk ngumpul sama teman-teman.  Oiya, sebagai tambahan informasi, tempat ini juga smoking friendly.  Score 4/5



Wednesday, July 11, 2018

REVIEW: [ Sheet Mask ] TONYMOLY I'm Real Aloe Mask Sheet

REVIEW: [ Sheet Mask ] TONYMOLY I'm Real Aloe Mask Sheet


TONYMOLY I'm Real Aloe Mask Sheet
Moisturizing


TONYMOLY I'm Real Aloe Mask Sheet ini diformulasikan dari lidah buaya yang dipercaya dapat melembabkan dan menenangkan kulit.  Produk ini menjanjikan menghidrasi kulit secara mendalam serta mengubah wajah yang kusam dan kering menjadi terlihat sehat dalam 20 menit.

Sebagai informasi, kondisi kulit aku agak unik dan berubah-ubah sesuai dengan kondisi lingkungan dan kondisi hormon.  Ketika menggunakan TONYMOLY I'm Real Aloe Mask Sheet ini, kondisi kulit aku sedang kering, banyak komedo dan ada berjerawat batu hormonal karena mau 'dapet'. 

Berikut hasil review setelah menggunakan produk TONYMOLY I'm Real Aloe Mask Sheet ini:
  • Aku beli sheet mask TONYMOLY I'm Real Aloe Mask Sheet ini via online store (Tokopedia) sekitar Rp. 13.000-an (dapet lumayan harga murah karena waktu itu beli 10 pcs dengan varian berbeda).
  • Sheet mask TONYMOLY I'm Real Aloe Mask Sheet ini lumayan tebal dibandingin sheet mask lainnya, karenanya mudah digunakan dan seharusnya tidak cepat robek.  Tapi tetep harus hati-hati dalam membuka sheet mask-nya.  
  • Wanginya enak dan segar namun tidak terlalu tajam namun serta yang pasti bukan wangi lidah buaya - sepengetahuan aku lidah buaya ga ada wanginya.  Ngga paham juga sih wangi apa, tapi enak.  Jadi pada waktu digunakan, kita bisa menikmati kesegaran dari wangi yang dihasilkan TONYMOLY I'm Real Aloe Mask Sheet.  Dengan kata lain, ada efek aromatherapy yang menenangkan pada saat digunakan.
  • Essence dari Sheet mask TONYMOLY I'm Real Aloe Mask Sheet ini berwarna bening, watery dan tidak terlalu lengket.  Essencenya lumayan banyak, jadi sisa masker bisa digunakan pada bagian tubuh lain, seperti leher, tangan, kaki dan bagian tubuh lainnya.
  • TONYMOLY I'm Real Aloe Mask Sheet ini memang aku simpan di kulkas, jadi ketika digunakan ada sensasi dingin.  Sensasi dingin ini tetap ada terus menerus sampai akhir penggunaan (kurang lebih 30 menit).  
  • Sebelum menggunakan TONYMOLY I'm Real Aloe Mask Sheet ini, wajah aku aku scrub menggunakan SKINFOOD Black Sugar Wash Off Scrub terlebih dahulu.  Kenapa aku scrub? Karena aku merasa wajah aku banyak komedonya.  FYI, aku ga sempet-sempet facial karena kesibukan (setahunan lebih kayaknya).  Setelah dicuci menggunakan facial foam dan menggunakan toner, baru aku pake TONYMOLY I'm Real Aloe Mask Sheet.  Biasanya aku menggunakan skincare setelah melakukan masker, namun karena kondisi kulit sedang ada jerawatnya, jadi aku memilih tidak menggunakan apapun setelahnya.
  • Setelah menggunakan TONYMOLY I'm Aloe Mask Sheet, pagi harinya aku merasa kulit lebih moist tapi tidak seperti yang dijanjikan.  Apa mungkin karena memang kulit sedang mengalami masalah hormonal dan lagi berjerawat dan banyak komedo yaa.. 


Repurchase? Yes, kalo aku sedang tidak mengalami masalah hormonal, berkomedo, kulit kering dan berjerawat, mungkin penggunaan TONYMOLY I'm Real Aloe Mask Sheet ini hasilnya akan maksimal.  Score (3/5)




Friday, July 6, 2018

REVIEW: [ Cleansing/ Makeup Remover ] GARNIER Micellar Cleansing Water

REVIEW: [ Cleansing/ Makeup Remover ] GARNIER Micellar Cleansing Water

GARNIER Micellar Cleansing Water
(Kemasan Berwarna Pink - untuk kulit sensitif)


GARNIER Micellar Cleansing Water ini mengandung 'micelles" berupa molekuk kecil berbahan dasar air yang pertama kali ditemukan di Perancis pada akhir tahun 1990-an dan digunakan sebagai pembersih wajah dikarenakan kualitas air di Perancis yang buruk.  GARNIER Micellar Cleansing Water yang menjanjikan dapat menghapus make up, membersihkan dan menyegarkan tanpa bilas dan dapat digunakan pada seluruh wajah termasuk area mata dan bibir.  GARNIER Micellar Cleansing Water ini dikemas dalam botol plastik berkualitas baik, berwarna bening, teksturnya sama seperti air, tidak berminyak, dan tidak memiliki bau khas apapun.

Aku pengguna GARNIER Micellar Cleansing Water sudah cukup lama, dan ini merupakan botol ke-2 aku.  GARNIER Micellar Cleansing Water tersedia dalam 2 ukuran, 125 ml dan 400 ml, aku menggunakan ukuran 125 ml biar praktis dan simpel bila dibawa-bawa kalo berpergian.


Berikut hasil review setelah menggunakan produk GARNIER Micellar Cleansing Water ini:
  • GARNIER Micellar Cleansing Water ini tersedia diberbagai toko/ drugstore, baik offline maupun toko online.  Harganya termasuk murah dibandingkan brand micellar water lainnya, kurang lebih Rp. 30.000,- untuk ukuran botol 125 ml dan Rp. 70.000,- untuk ukuran botol 400 ml.
  • GARNIER Micellar Cleansing Water ini seperti air dan karenanya kamu harus berhati-hati saat menuangkan produknya kekapas, karena seringkali produk yang tertuang kekapas kebanyakan. 
  • Aku menggunakannya dengan cara menuangkan GARNIER Micellar Cleansing Water di kapas bersih dan kemudian langsung diusapkan pertama-tama ke area bagian mata kemudian membalik kapas dan lanjut kearea bibir kemudian wajah yang terakhir.  Memang terkadang aku harus menggunakan 2 kapas sih kalo pada saat itu make up aku lumayan banyak.  
  • Meskipun dikatakan membersihkan tanpa harus dibilas, membersihkan wajah dengan GARNIER Micellar Cleansing Water ini kalau aku pribadi kurang afdol yaa kalo langsung dilanjutkan dengan penggunaan skin care.  Aku biasanya setelah membersihkan dengan produk ini, aku langsung lanjut mencuci wajah dengan facial foam sebab aku merasa membersihkan dengan GARNIER Micellar Cleansing Water itu tidak benar-benar bersih.  Aku menggunakan produk ini hanya sebagai first cleanser aku.  
  • Kalau aku mau membersihkan make up yang lumayan tebal, aku biasanya menggunakan cleansing oil, bukan micellar water.  Jadi GARNIER Micellar Cleansing Water digunakan apabila aku membersihkan make up tipis sehari-hari saja
  • Berbeda dengan oil cleanser yang terkadang meninggalkan rasa berminyak yang tidak nyaman, aku suka tekstur watery-nya GARNIER Micellar Cleansing Water.  Kadang menunda cuci muka menggunakan facial foam/ sabun muka menjadi tidak masalah.  Wajah tetap enak dilihat dan tidak oily. 
  • Sejauh ini menggunakan GARNIER Micellar Cleansing Water tidak membuat kulit kering, dan untuk kulit aku yang kombinasi dan suka berubah-ubah, aman banget kok pakai produk ini.  Tidak pernah bermasalah.

Repurchase? YES, untuk harganya yang lumayan murah, GARNIER Micellar Cleansing Water ini cukup efektif membersihkan make up sehari-hari.  Score (4/5)