Thursday, November 30, 2017

TIPS: Bagaimana Memilih Baby Sitter/Suster untuk Menjaga Bayi/Anak

BAGAIMANA MEMILIH BABY SITTER/ SUSTER UNTUK MENJAGA BAYI/ANAK

Mencari baby sitter adalah suatu hal yang tidak mudah dan perlu pengamatan serta ketelitian mengenai diri calon baby sitter, karena dia akan menjaga sesuatu yang paling berharga dihidup kita, yakni bayi kita.  Ada beberapa tips untuk menyeleksi dan memilih baby sitter yang cocok bagi kita, berikut:



Mengambil Baby Sitter dari Yayasan/Penyalur yang Terpercaya.

Cari baby sitter melalui penyalur tenaga kerja atau yayasan yang telah memiliki kredibilitas yang baik dan profesional, dan sebisa mungkin pilihlah yayasan yang direkomendasikan kerabat yang juga menggunakan jasanya.  Selain itu, perhatikan juga ketentuan dalam kontrak kerja terutama hal-hal sehubungan dengan cuti, garansi pergantian baby sitter, dan biaya lainnya.  Sering ada orang yang menyatakan jika mengambil baby sitter/ART dari yayasan penyalur tenaga kerja hanya akan menambah biaya-biaya, tapi justru banyak sekali manfaat yang akan didapat apabila kita mengambil baby sitter melalui yayasan, diantaranya:
  • Aman, karena yayasan yang berkredibilitas baik telah melakukan pemeriksaan terhadap diri setiap pekerja (termasuk pemeriksaan kelengkapan dokumen - bahkan memegang dokumen asli baby sitter) dan apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan (kehilangan, dsb), yayasan penyalur tenaga kerja akan ikut bertanggungjawab.  Kita juga sebaiknya meminta copy dokumen tersebut dan kontak/nomor telp keluarganya, jadi apabila ada suatu hal terhadap baby sitter, kita tahu siapa yang harus dihubungi.
  • Bergaransi, jadi jika kita tidak cocok dengan baby sitter yang diberikan, kita bisa minta ganti baby sitter.  Biasanya diberikan kesempatan mengganti sampai 3 kali.
  • Terlatih.  Di yayasan, baby sitter dibekali pendidikan dan pelatihan mengenai keterampilan merawat anak sesuai dengan spesialisasi baby sitter (newborn atau batita/balita).  



Memastikan Baby Sitter/Suster Sehat.

Biasanya yayasan yang kredibel telah memastikan kesehatan para baby sitter/seluruh pekerjanya namun apabila memiliki budget lebih, kita dapat melakukan general check up sendiri atas calon baby sitter yang kita inginkan.  Apabila opsi tersebut tidak mungkin, maka kita sebaiknya menanyakan riwayat kesehatannya secara mendetail.  Kita memang tidak mengetahui kapan akan jatuh sakit namun hal demikian dapat dicegah dan diminimalisir dengan seleksi kesehatan baby sitter.  Sangat penting untuk memilih baby sitter yang sehat dengan alasan:

  • Baby sitter dapat berkerja maksimal.  Bekerja untuk bayi/anak sangat mengutamakan fisik yang prima apalagi apabila anak kita sedang aktif-aktifnya.  Hal demikian juga penting bagi pertumbuhan dan keselamatan bayi/anak itu sendiri, misalnya si baby sitter harus memiliki kondisi fisik prima pada saat mengejar anak atau memandikan bayi kita.  Kebayang kan kalo baby sitter harus melakukan pekerjaan tersebut kalo tekanan darah rendah mereka kumat atau kolesterol mereka tinggi?
  • Kita tidak direpotkan dengan berbagai macam drama baby sitter sakit, seperti misalnya kita malah harus merawat baby sitter dan membawanya ke dokter atau rumah sakit.  Suatu hal yang wajar dan manusiawi apabila baby sitter sakit, namun apabila itu adalah suatu penyakit kronis atau menular, sebaiknya tidak diambil  karena akan malah mengganggu pekerjaannya dan membahayakan keluarga kita.  Ada beberapa penyakit yang dapat dimaklumi dan tidak, misalnya aku pernah dapet baby sitter yang punya sakit maag dan terkadang kurang darah, aku cuma pesan dengan dia kalo makan dijaga, jangan makan terlalu pedas atau asam, dan aku sediakan obat maag dan vitamin penambah darah.  So far, ok kok dan baby sitter aku tetap bisa bekerja dengan baik.
  • Bayi/anak kita aman dari risiko tertular penyakit dari baby sitter.  Ada beberapa penyakit berbahaya yang mudah tertular ke bayi/anak, pastikan baby sitter tidak mengidap penyakit tersebut.  Baby sitter merupakan orang yang terdekat dengan bayi/anak selain orangtuanya.  Jadi pastikan mereka tidak beresiko menularkan penyakit.  Pada dasarnya bukan hanya bayi/anak, kita juga harus menghindarkan seluruh keluarga kita dari risiko tertular penyakit.



Baby Sitter Berpendidikan dan Profesional dalam Merawat Bayi/Anak.

Kita sebaiknya bertanya pada diri kita, baby sitter yang mana yang kita pilih?  Apakah baby sitter yang profesional dan memiliki segudang ilmu dalam perawatan bayi/anak ataukah sekedar dapat merawat bayi/anak dengan segala komando dari kita? Biasanya di yayasan penyalur sudah diajarkan dan diberi pendidikan mengenai perawatan bayi/anak, namun pengalaman (lama baby sitter bekerja) sangat mempengaruhi kinerja, dan semakin berpengalaman, semakin mahal harga baby sitter tersebut.

Karena tidak ada pengalaman soal merawat bayi dan akan melepaskan bayi untuk dirawat oleh baby sitter sendiri karena harus kerja, aku memilih baby sitter yang punya pengalaman dan profesional dalam merawat bayi.  Artinya disini justru baby sitter aku yang harus aktif dan tau seluk beluk perawatan bayi.  Dia yang memberi advice aku tentang peralatan bayi, menu mpasi, dan langkah-langkah yang perlu kita lakukan/ persiapkan pada setiap perkembangan bayi.  Menurut aku justru baby sitter semacam ini yang aku perlukan, bukan yang pasif dan tunggu disuruh baru jalan.  Kalo moms memang sudah punya pengalaman sih ga masalah yaa, tapi kalo belom kayak aku sebaiknya cari yang bener-bener pengalaman dan professional.
 Sebaiknya moms tes lagi mengenai kemampuan baby sitter, misalnya dengan melihat caranya menggendong bayi, penjelasan bagaimana cara dia memandikan bayi atau memastikan baby sitter memiliki pengetahuan yang cukup apabila ditanyai oleh anak moms yang mungkin pada saat itu lagi gemar-gemarnya bertanya.



Memiliki Penampilan, Sopan Santun dan Tata Krama yang Baik.

Penilaian pertama kita pada baby sitter adalah penampilannya pada saat interiew sama kita. Perhatikan pakaiannya dan penampilan fisiknya secara keseluruhan, dari sana kita bisa menilai apakah dia bersih dan rapi.  Patut dipertanyakan mengenai kebersihan dan kerapian dia bekerja nantinya kalo pada saat interview saja dia tidak rapi dan bersih, bagaimana dia bekerja?  Kebersihan dan kerapian mutlak diperlukan oleh seorang baby sitter terutama jika dia akan merawat bayi.  
Sebaiknya juga mencari baby sitter tidak centil dan bergaya/berdandan berlebihan.  Aku pribadi sering meminta agar baby sitter tidak menggunakan perhiasan berlebihan saat bekerja, karena selain tidak pada tempatnya juga dapat menggangu kinerja (biasanya kalung yang digunakan sering ditarik-tarik bayi).  
Kalau bisa cari baby sitter yang supel dan dapat berbaur dengan setiap anggota keluarga dan lingkungan sekitar, namun bukan yang super gaul dan centil yang akan mengganggu pekerjaannya dan bahkan membahayakan bayi/anak yang akan diasuhnya ya.  Tata krama yang bak juga diperlukan, jadi sebaiknya kita beritahu calon baby sitter mengenai kebudayaan dan kebiasaan dirumah dan lingkungan keluarga, jadi baby sitter dapat menyesuaikan serta beradaptasi ketika bertemu keluarga/ keluarga besar nantinya.  



Sabar dan Telaten dalam Merawat Bayi/Anak.

Sebaiknya mencari baby sitter yang memiliki kesabaran dan ketelatenan yang tinggi.  Apalagi kalau menghadapi bayi/anak yang rewel.  Namanya setiap bayi itu berbeda, contohnya baby aku ketika dia masih 0 sampai kira-kira 3 bulanan tidak bisa tidur kalo tidak digendong (kecuali tidur malam) dan setiap ditaro dibox bayi pasti langsung bangun, jadi baby sitter aku terus gendong dia pas tidur.  Kebayang kan kalau baby sitternya ga sabar?
Hindari baby sitter yang memiliki sifat emosional dan labil.  Baby sitter baru (biasanya masih muda) cenderung tidak sabaran dan gampang putus asa/ kesal.  Jangan sampai karena bayi atau karena masalahnya terhadap suatu hal akhirnya dilampiaskan ke bayi/anak.    
Ketelatenan juga penting dalam setiap aspek perawatan bayi.  Misalnya, baby sitter paham cara memandikan dan benar menggunakan krim-krim untuk bayi (krim muka, moisturizer untuk lipatan kulit, diaper cream, lotion kulit, minyak telon, hair lotion).  Apalagi kalau kita pergi keluar rumah, jangan sampai persiapan keperluan bayi terlewat dan tertinggal karena tidaktelitian si baby sitter.


Mengerti Dunia Anak. 

Disini maksudnya baby sitter bisa bergaul dengan anak-anak dan dapat merespon segala tindakan dan pertanyaan mereka.  Baby sitter dapat membimbing dan mengasuh sehingga anak yang diasuh akan merasa betah bersamanya. Misalnya, si baby sitter menguasai banyak lagu anak-anak, pandai bercerita, bisa menggambar, melipat kertas, mengenal permainan anak dan hal kreatif lainnya.  Dengan mengerti dunia anak sesuai dengan perkembangan umur anaknya, baby sitter dapat membantu menunjang perkembangan anak, terutama apabila kita akan meninggalkan anak untuk diasuh sendiri oleh baby sitter hal tersebut amatlah penting.



Riwayat Keluarga Baik.

Dalam pemilihan baby sitter, ini perlu dipertimbangkan sebab justru hal inilah yang akan menjadi ukuran apakah baby sitter akan lama bekerja pada kita atau tidak dan menghindari drama pergantian baby sitter.
  • Apabila baby sitter single dan masih muda, akan ada kalanya dia akan diminta pulang untuk menikah atau untuk merawat orangtuanya/ keluarganya .  Alasan ini paling lazim, oleh karenanya sebaiknya ditanyakan apakah dia memiliki rencana menikah dalam waktu dekat atau bagaimana kondisi orangtuanya.
  • Apabila baby sitter merupakan seorang ibu dengan anak, maka sebaiknya ditanyakan kondisi seluruh keuarganya.  Apakah dia telah diijinkan oleh suaminya untuk bekerja, kondisi anaknya, kalau anaknya sakit bagaimana, dan sebagainya.  Jangan sampai ternyata baby sitter sebentar-sebentar harus ijin/cuti pulang untuk mengurus keluarganya.  Tanya komitmennya untuk bekerja moms.
  • Apabila baby sitter janda, dengan atau tanpa anak.  Selain moms harus bertanya mengenai kondisi keluarganya, moms juga perlu mencari tahu kehidupan pribadinya.  Biasanya (tidak semuanya) baby sitter dengan status ini agak centil dan tidak jarang sedang memiliki atau sedang mencari pasangan.  Ditekankan lagi peraturan dirumah moms terutama mengenai penggunaan handphone.  


Cari yang Dapat Dipercaya.  Lakukan Test dan Melakukan Langkah Preventif.
Mendapatkan baby sitter yang dapat dipercaya itu gampang-gampang susah.  Lakukan test saja moms. Kalau aku sih dengan mencari tahu apakah makanan/minuman yang seharusnya diberikan kepada bayi itu benar-benar habis atau dibuang dengan mengecek tempat sampah atau memperhatikan diam-diam.  Aku juga sering menaruh uang pada tempat tertentu dan kemudian apabila posisi/jumlah uang tidak berubah meski sekecil apapun, berarti dia bisa dipercaya.  Apabila si baby sitter gagal dalam test ini, segera kembalikan dia ke yayasan atau suruh mereka pulang, karena akan sulit bekerja dengan orang yang tidak kita percaya apalagi mereka memegang bayi/anak kita.  
Moms juga bisa memasang CCTV untuk memantau aktifitas baby sitter dan bayi/anak selama moms tidak ada.  Meskipun meninggalkan baby sendirian dengan baby sitter karena harus bekerja, aku tidak memasang CCTV.  Aku hanya memantau kinerja baby sitter dengan perkembangan baby aku sendiri, apabila aku rasa dia tetap ceria dan berat badan serta perkembangannya baik, menurut aku sih baby sitter telah bekerja dengan baik.  
Aku telah melakukan seleksi awal untuk baby sitter permanen dan biasanya aku dapat yang dipercaya moms, namun waktu infal aku pakai baby sitter dan entah kenapa aku tidak percaya sama dia.  Dan benar saja, dia diam-diam mau membuang makanan dan begitu ditanya dia bilangnya baby sudah kenyang.  Lah, itu porsi dia!  Kita itu bujukin baby makan sampe capek sampe nyanyi-nyanyi dan joget-joget, ini enak banget begitu si baby ga mau langsung dibuang.  Akhirnya aku memutuskan untuk tidak meninggalkan baby sendirian dengan baby sitter.  Pokoknya sih sebagai ibu, kita ada feeling yang susah dijelasin, hanya kita tiba-tiba tau saja yang mana bisa dipercaya dan yang mana yang tidak.  Apabila memungkinkan, moms dapat meminta contact majikan calon baby sitter sebelumnya untuk memastikan kejujuran dan kinerjanya selama bekerja disana. 


Semoga tipsnya berguna yaa moms.







DISCLAIMER:

Segala sesuatu yang tertulis dalam blog ini bukan dan tidak dapat dianggap sebagai suatu saran professional serta tidak dijamin keakuratannya melainkan agar dapat dipandang sebagai sharing pengalaman dan hasil research pribadi sebagai informasi, termasuk segala tautan yang ada didalamnya, sehingga karenanya tidak disarankan untuk digunakan sebagai dasar rujukan apapun.  Pembaca dapat meminta nasihat dan saran professional sehubungan dengan permasalahan yang dialami.  Penulis dan pemilik blog tidak bertanggungjawab atas kerugian yang timbul sehubungan dengan isi dari tulisan ini. Setiap konten berupa tulisan, gambar, foto, video, rekaman suara, atau gabungan diantaranya yang terdapat pada blog ini dilindungi oleh hak cipta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.











Tuesday, November 21, 2017

PARENTING: Memasak Bubur Bayi (MPASI) Menggunakan Slow Cooker


MEMASAK BUBUR BAYI (MPASI) MENGGUNAKAN SLOW COOKER, YES OR NO?


Sebagai seorang ibu bekerja dan menjunjung tinggi prinsip 'kalau ada pilihan simpel, kenapa harus repot?' slow cooker merupakan jawaban dan bahkan holy grail aku dalam mempersiapkan makanan untuk bayi aku.  Bubur yang aku masak menggunakan slow cooker (punya aku merek: Takahi, 0,7 l), untuk makan siang dan makan sore.  Untuk sarapan, aku memberi makanan instan (bubur kardus Heinz) setiap hari.  Kenapa makanan instan?  Baca alasan aku disini.



 
Slow Cooker Simpel dan Paktis.
Memang slow cooker membutuhkan waktu yang lama agar makanan matang, namun persiapan dan proses memasaknya sangat praktis.  Kita cukup memotong kecil bahan makanan sesuai dengan ukuran yang kita mau dan memasukan bahan makanan kedalam slow cooker dan tunggu beberapa jam hingga matang kemudian dapat langsung disajikan.  Tidak perlu repot potong-blender-masak-saring- dan segala drama cucian piring menumpuk.

Bagian yang paling repot paling cuma persiapan bahan karena kita harus memotong seluruh bahan makanan menjadi ukuran yang kita inginkan dan pada saat mencuci ketika slow cooker selesai digunakan.  Slow cooker biasanya meninggalkan bekas makanan yang lengket pada clay pot sehingga harus direndam beberapa lama baru bisa dicuci bersih (ini tergantung bahan masakan yang kita pilih moms, biasanya kalo bahan dasarnya nasi itu agak lengket).



Masak Segala Bahan Makanan Menggunakan Slow Cooker.
Kita hampir dapat memasukan seluruh bahan makanan kedalam slow cooker, hanya saja waktunya diperhatikan.  Misalnya apabila kita hendak memasukan sayuran hijau/produk olahan susu, kita memasukannya ke slow cooker 15 menit sebelum selesai.  Kalau aku sih karena bukan ibu kreatif, masakan aku itu-itu saja dengan sedikit modifikasi.  Bahan yang biasanya aku masak:
  1. Beras putih organik - setiap hari.
  2. Salmon, ayam kampung, daging sapi cincang - setiap hari.  Daging ini digunakan bergiliran.  Baby kebetulan tidak bermasalah menggunakan daging apapun sejauh ini.  Namun aku memang menghindari penggunaan seafood (udang, cumi, dsb).
  3. Butternut pumpkin - setiap hari.  Terkadang kalau tidak ada butternut pumpkin, aku pakai kabocha kuning.
  4. Kaldu ayam - setiap hari.  Untuk mempermudah persiapannya, biasanya aku buatnya sekali untuk beberapa hari.  Ayam kampung 1 ekor, aku potong jadi 8 bagian dan direbus untuk diambil kaldunya.  Tunggu dingin kemudian kaldu ayam ini aku bagi (kurang lebih 200 - 250ml) ke beberapa wadah plastik dan aku masukan ke freezer.  Setiap malam kaldu diturunin ke kulkas bawah sehingga mencair untuk digunakan keesokan harinya.  Daging bekas kaldu sebaiknya tidak diberikan ke bayi karena sudah tidak ada nutrisinya, diolah menjadi makanan dewasapun menurut aku kurang enak.  Biasanya suster bayi membuat semacem daging kering dan disambelin (aku ga tau nama makanannya apa) dan rasanya lumayan.  Tapi kalo dibuat masakan lain, ga rekomen deh.
  5. Zuchini, kyuri (timun jepang) - setiap hari.  Kalau hari ini zuchini, besok aku kasi kyuri.  Terus bergantian tapi bahan ini setiap hari ada.
  6. Wortel - setiap hari.
  7. Brocolli, baby buncis.  Bahan ini juga bergantian, dimasukan ke slow cooker 15 menit sebelum selesai masakannya agar tidak lembek/benyek dan nutrisinya terjaga.
  8. Kuning telur ayam kampung.  Ini 2 atau 3 hari sekali.  Masaknya terpisah dengan penggunaan slow cooker.  Jadi, telur ayam kampung direbus dan setelah matang diambil kuningnya kemudian dicampurkan ke makanan yang sudah jadi, yang terlebih dahulu dimasak menggunakan slow cooker.
Sebisa mungkin aku menghindari gula dan garam, tapi tanpa penggunaan gula dan garam pun si baby masih mau kok makan masakannya, mungkin karena makan makanan yang dimasak dengan slow cooker lebih enak dan kaldunya lebih terasa :)
 

Nutisi Tetap Terjaga dengan Menggunakan Slow Cooker.
Dengan metode memasak dengan suhu tertentu dengan waktu memasak yang relatif lebih lama, nutrisi dan gizi yang terkandung dalam masakan tetap terjaga.  Kita juga tidak disarankan untuk membuka tutup dari slow cooker ketika sedang memasak agar nutrisi makanan tidak hilang.  Dengan penggunaan yang tepat, segala gizi dan kebaikan nutrisi dari setiap bahan makanan yang digunakan dapat tetap terjaga.



Boros?
Penggunaan slow cooker awalnya aku pikir akan menghabiskan daya listrik yang besar, ternyata tidak.  Slow cooker cukup hemat kok.  Selain lumayan menghemat listrik, kita tidak perlu menggunakan banyak peralatan memasak yang juga meghabiskan listrik (blender), gas untuk memasak, dan air untuk mencuci peralatan masak :)  Dan yang terpenting adalah menghemat waktu, jadi kita bisa main sama baby atau mengerjakan hal lainnya selama menunggu makanan matang. 



Sampai dengan saat ini, baby aku (1y 5m) masih makan masakan menggunakan slow cooker, hanya saja untuk sayurannya mulai direbus sendiri dan mulai diberikan sumber protein terpisah dari yang dimasak tidak menggunakan slow cooker (tempe, tahu goreng).  Aku memang rencananya ga buru-buru untuk mengenalkan makanan rumahan, karena aku lihat dia mengalami kesulitan dalam mengunyah makanan (grahamnya masih dalam masa bertumbuh).

Semoga infonya bermanfaat moms..






____________________________________


DISCLAIMER:

Segala sesuatu yang tertulis dalam blog ini bukan dan tidak dapat dianggap sebagai suatu saran professional serta tidak dijamin keakuratannya melainkan agar dapat dipandang sebagai sharing pengalaman dan hasil research pribadi sebagai informasi, termasuk segala tautan yang ada didalamnya, sehingga karenanya tidak disarankan untuk digunakan sebagai dasar rujukan apapun.  Pembaca dapat meminta nasihat dan saran professional sehubungan dengan permasalahan yang dialami.  Penulis dan pemilik blog tidak bertanggungjawab atas kerugian yang timbul sehubungan dengan isi dari tulisan ini. Setiap konten berupa tulisan, gambar, foto, video, rekaman suara, atau gabungan diantaranya yang terdapat pada blog ini dilindungi oleh hak cipta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.